Oleh: Nedi Arwandi | 2 Januari 2011

Tips Mengatur Privasi, Password & Facebook

SEPULUH CARA MELINDUNGI PRIVASI DI DUNIA MAYA
Perkembangan jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, Google, MySpace, Twitter, Bebo, Habbo, dan lainnya membuat orang lain dengan mudah dapat mengetahui informasi pribadi Anda.

Meskipun berbagai “perisai” telah dipasang untuk melindungi data privasi Anda di dunia maya, bisa saja tameng itu jebol.

Sebelum data-data rahasia terbongkar keluar, ada baiknya menyimak sepuluh cara untuk melindungi privasi tersebut. Berikut tipsnya:

  1. Sering-seringlah mencari nama Anda sendiri melalui mesin pencari Google. Kedengarannya memang aneh, tapi setidaknya inilah gambaran untuk mengetahui sejauh mana data Anda dapat diketahui khalayak luas dan Anda dapat mengoreksinya jika ada yang keliru.
  2. Mengubah nama Anda. Saran ini tidak asing lagi karena sebelumnya, Chief Executive Google Eric Schmidt telah mengatakannya supaya kelak ketika beranjak dewasa tidak dibayang-bayangi masa lalu.
  3. Mengubah pengaturan privasi atau keamanan. Pahami dan gunakan fitur setting pengamanan ini seoptimal mungkin supaya tidak semua orang dapat mengakses akun Anda.
  4. Buat password sekuat mungkin. Ketika melakukan registrasi online, sebaiknya lakukan kombinasi antara huruf besar dan kecil, angka dan simbol supaya tak mudah terlacak.
  5. Untag diri sendiri. Perhatikan setiap orang yang men-tag foto-foto Anda. Segera saja un-tag foto tersebut jika Anda tidak mengenali siapa yang “mengambil” foto tersebut.
  6. Jangan gunakan pertanyaan mengenai tanggal lahir, alamat, nama gadis ibu, karena pertanyaan tersebut hampir selalu digunakan sebaagi pertanyaan keamanan untuk database bank dan kartu kredit. Penggunaan pertanyaan itu juga memberi peluang bagi peretas untuk mencuri identitas dan kemudian mencuri uang Anda.
  7. Jangan tanggapi email yang tak jelas. Apabila ada surat elektronik dari pengirim yang belum diketahui atau dari negeri antah berantah, tak perlu ditanggapi. Kalau perlu, jangan dibuka karena bisa saja email itu membawa virus.
  8. Selalu log out. Selalu ingat untuk keluar dari akun Anda, khususnya jika menggunakan komputer fasilitas umum.
  9. Wi-FI. Buat password untuk menggunakan wi-fi, jika tidak, mungkin saja ada penyusup yang masuk ke jaringan Anda.
  10. Jangan bergabung dengan situs jejaring sosial. Untuk menghindari segala potensi yang dapat mengakibatkan kebocoran data diri Anda, maka jangan coba-coba masuk atau bergabung dengan situs jejaring sosial manapun. ( Wah, kalau yang terakhir ini sangat sulit ya )

SUMBER  :  TEMPO / Rini K

CARA MEMBUAT PASSWORD AMAN
Sebuah penelitian yang dilakukan Georgia Tech Research Institute di Amerika Serikat banyak orang menggunakan password atau kata kunci yang lemah untuk melindungi akun mereka. Para pengguna internet yang menyimpan informasi pribadi di akun online seperti facebook, twitter, email dan yang sejenisnya atau mereka yang memiliki rekening bank, kartu kredit kebanyakan menggunakan password ( kata kunci )yang lemah sehingga hacker ( peretas ) dapat mengetahui sandi tersebut. Para hacker biasanya menggunakan Graphics cards kemudian dikombinasikan dengan software atau program untuk memecahkan sandi dan berulang kali mencoba kombinasi password yang berbeda-beda sampai ditemukan sandi yang benar. Menurut penelitian tersebut, para pengguna internet biasanya membuat password yang berisi infomasi pribadi mereka, seperti tanggal lahir, kota asal, nama orang tua, nama pacar dan sebagainya.
Jamie Cowper dari Symantec memberikan saran supaya para penggiat internet menggunakan password yang berbeda-beda untuk berbagai akun yang mereka miliki. “Dan jangan lupa untuk mengubah password secara berkala,” katanya.
Selain itu, pengguna juga disarankan membuat kata kunci yang terdiri dari 12 karakter supaya tidak mudah diketahui. “Membuat password pendek berisiko untuk dibobol,” katanya. Kata kunci pendek yang dimaksud Cowper adalah sandi yang terdiri dari tujuh karakter atau kurang. Cowper yang bekerja pada perusahaan yang memproduksi perangkat lunak keamanan internet seperti Norton Anti-Virus, ini juga menyarankan pengguna untuk membuat kombinasi karakter password yang terdiri dari termasuk nomor dan huruf besar atau kecil.

SUMBER  :  Skynews|Rini K

ENAM KESALAHAN DI FACEBOOK PICU PEMECATAN
Sebuah survei terbaru dari perusahaan keamanan Proofpoint menemukan tujuh persen perusahaan telah memecat karyawannya karena aktivitasnya di situs media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Dua puluh persen perusahaan “menghukum” karyawannya yang melanggar disiplin kantor karena “terlalu sibuk” mengurusi jejaring sosialnya.

Survey inilah yang menginspirasi Megale untuk membuat sebuah grup di Facebook bernama, “Dipecat Karena Facebook.” Dari grup itu terpilih enam jenis postingan di Facebook atau Twitter yang menyebabkan penggunanya menjadi pengangguran.

  1. Posting berisi komentar negatif tentang pekerjaan atau perusahaan Anda. Sebaiknya tidak melampiaskan kekesalan terhadap kebijakan di kantor melalui situs jejaring sosial karena masalah itu akan diketahui orang banyak dan mempengaruhi citra Anda dan perusahaan tentunya.
  2. Membela Bos Anda mati-matian dalam “perseteruan” online. Ini adalah kebalikan dari saran sebelumnya. Meskipun Anda merasa tidak ada masalah dengan komentar yang diposting, namun sadarilah apabila Anda bukan juru bicara perusahaan yang profesional. Sehingga bisa saja komentar tersebut justeru merugikan perusahaan.
  3. Membeberkan rahasia perusahaan. Apabila Anda mengetahui rahasia perusahaan Anda, sebaiknya jangan membeberkanya ke situs jejaring sosial. Misalnya, perusahaan akan mengusulkan beberapa nama untuk di-PHK dalam waktu dekat, sebaiknya konfirmasikan terlebih dahulu spekulasi itu di internal perusahaan.
  4. Menyembunyikan identitas dan berpura-pura menjadi orang lain. Etikanya, seorang karyawan tentunya tak perlu menyembunyikan identitas atau hubungannya dengan perusahaan tempatnya bekerja.
  5. Mengeksplorasi kehidupan pribadi sampai kegiatan rekreasi. Telalu sering membicarakan kehidupan dan aktivitas pribadi di situs jejaring sosial bisa saja mempengaruhi kondite Anda di perusahaan.
  6. Memposting gambar “aneh” . Caitlyn Davis, seorang karyawan sebuah perusahaan di Amerika Serikat dipecat gara-gara foto di akun Facebook-nya yang menampilkan jari tengahnya mengacung dengan kulit yang ditutupi gambar-gambar “aneh”.

SUMBER  :  PC World|Rini


Responses

  1. Numpang lewat, artikelnya bagus gan……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: