Oleh: Nedi Arwandi | 25 Desember 2010

Berita Penting 25 Des2010

Waspadai Celah Kelemahan di Internet Explorer
KOMPAS.com – Microsoft memperingatkan adanya celah kelemahan di browser Internet Explorer 6,7, dan 8. Celah tersebut berpotensi dieksploitasi orang jahat untuk menyusupkan program jahat saat pengunjung mengakses situs berbahaya. Patch untuk menutup kelemahan tersebut tengah dikembangkan. Meski statusnya kritis, belum ada rencana Microsoft untuk melakukan update darurat. Sejauh ini, celah tersebut belum dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.

“Sampai saat ini, dampak kelemahan ini masih sangat minim dan kami belum melihat ada konsumen yang jadi korban atau serangan aktif yang ditujukan kepada penggunanya,” ujar Caelene Chmaj, juru bicara Microsoft Security Response Center (MSRC) dalam blog resmi Microsoft, Rabu (22/12/2010). ia mengatakan, meski demikian, pihaknya terus memantau kelemahan tersebut dan melakukan update secepatnya.
Kelemahan ini pertama kali dilaporkan beberapa minggu lalu oleh perusahaan keamanan Perancis Vupen yang ditemukan pada mesin HTML pada Internet Explorer. Pengguna IE7 dan IE8 mungkin lebih kecil kemungkinannya menjadi korban karena browser ini dilengkapi fitur “Protected Mode” yang akan meminta izin kepada pengguna jika akan melakukan instalasi program, menjalankan aplikasi, atau memodifikasi komponen sistem operasi. Microsoft menekankan pencegahan kepada pengguna profesional. sebelum patch keluar, disarankan menggunakan EMET (Enhanced Mitigation Experience Toolkit) 2.0 untuk meningkatkan upaya pertahanan di browser.

Program tambahan ini gratis diunduh di situs Microsoft. Download ke situs resminya => KLIK DISINI

Atau bisa juga Anda klik disini => http://www.microsoft.com

Firefox 4 Beta Kini Dukung Grafik 3D
KOMPAS.com — Mozilla merilis versi beta terakhir untuk Firefox 4, browser internet terbarunya, sebelum merilis versi final. Beberapa perbaikan telah dilakukan antara lain dukungan penuh terhadap grafik tiga dimensi (3D) berbasis standar WebGL. “Firefox 4 beta sekarang mendukung WebGL untuk kartu grafik built-in modern yang umum digunakan. Hal ini membuat para pengembang makin mudah menciptakan game 3D interaktif, grafik yang jelas, dan pengalaman visual baru di web tanpa tergantung plug-in dari pihak ketiga,” kata Mike Beltzner, Product Manager Firefox, dalam blognya, kemarin.
WebGL merupakan standar terbuka untuk menyajikan grafik tiga dimensi di web. Dengan adanya WebGL dalam browser, tidak diperlukan lagi Java, Flash, atau program tambahan lainnya untuk menampilkan animasi tiga dimensi. Ini merupakan salah satu produk yang memanfaatkan elemen HTML5 yang didukung banyak pengembang browser, seperti Google Chrome, Opera, dan Apple Safari. Sebelumnya, Google memperkenalkan salah satu implementasi WebGl pada perangkat yang dinamai Body Browser. Dengan perangkat ini, pengunjung web dapat mempelajari bagian-bagian tubuh dalam bentuk tiga dimensi dan interaktif langsung di web.

Pakar: Hati-hati Gunakan Jejaring Sosial
REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR–Praktisi teknologi informasi Onno W. Purbo meminta masyarakat berhati-hati menggunakan fasilitas jejaring sosial karena bisa dimanfaatkan orang- orang tertentu untuk melakukan penipuan.
Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut mengatakan hal tersebut saat berkunjung di Makassar, Selasa. Dia menilai banyak peretas (hacker)  dunia yang menggunakan linux dalam melakukan tindak kejahatan dunia maya. “Ada banyak macam-macam praktik kejahatan di dunia maya, seperti menggunakan email atau akun facebook. Hal ini seperti dialami seorang mahasiswi di Jawa yang seluruh data facebooknya di-copy seseorang dan dibuatkan sebuah blog yang menjual kecantikan dan kemolekan tubuhnya,” ungkap dia. Dia mengimbau agar masyarakat tidak terlalu menampilkan pribadi dirinya di akun jejaring sosial seperti facebook, twitter dan sosial media lainnya. Dalam kunjungannya di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Onno, juga memberikan pelatihan singkat perkembangan dunia peretas jaringan TI dan cara mereka  memanfaatkan sistem operasi linux dengan menggunakan gudang perangkat lunak (distro backtrack).

Dikatakannya, kebebasan internet saat ini membuat kalangan tertentu menjadikannya sebagai ajang kejahatan. “Kalau bisa pengguna internet awam menggunakan proteksi keluarga semisal `Norton` atau `Kaspersky` untuk menghindari serangan penyusup,” ungkap dia. Dia meminta pengguna internet menghindari penggunaan perangkat lunak bajakan, dan secepatnya menggunakan perangkat yang asli atau menggunakan perangkat gratisan yang jauh lebih baik seperti “linux”.

Ilmuwan Temukan Spesies Manusia Misterius di Gua Siberia
30 ribu tahun lalu. Bagaimana kehidupan mereka?
Manusia gua yang dikenal dengan nama Denisovans berhasil diidentifikasi dari DNA yang diambil dari gigi dan tulang jari yang ditemukan di gua Siberia. Manusia kuno tersebut hidup di bumi pada Zaman Es terakhir, saat manusia modern mulai mengembangkan alat batu, perhiasaan dan hasil kesenian. Penemuan tersebut menegaskan soal tiga anggota dari pohon keluarga manusia yaitu manusia modern, Denisovans dan Neanderthals. Tulang Denisovans itu milik seorang gadis muda yang dijuluki X-Woman.
Penemuan ini mengikuti penemuan kontroversial lain dari spesies baru bertubuh mungil yaitu Hobbit di Indonesia pada 2004. Denisovans secara fisik berbeda dari Neanderthals yang bertubuh lebih kekar ataupun manusia modern. Namun, mereka juga berjalan tegak dengan dua kaki. Denisovans hidup pada saat nenek moyang manusia modern dan Neanderthals mulai memancing dan berburu, mengenakan perhiasan, membuat lukisan di gua dan membuat ukiran yang berasal dari hewan.
Meskipun begitu, spesies baru tersebut bersaudara lebih dekat dengan Neanderthals berdasarkan penemuan gambar yang rumit dari evolusi manusia dan migrasi ke luar Afrika, tempat yang diperkirakan asal keberadaan manusia.
“Kami tidak tahu alasan dengan pasti, namun penemuan DNA yang terawat baik ini merupakan sebuah keajaiban,” ujar Dr Richard Green dari University of California, Santa Cruz.
Berdasarkan permbandingan DNA dengan populasi manusia modern, ilmuwan menemukan bukti bahwa Denisovans berasal dari sekitar 30 ribu tahun lalu dan menyebar di Asia. Makhluk ini kawin dengan manusia kuno yang tinggal di Melanesia, kepulauan di timur laut Australia. Ini dibuktikan dengan temuan bahwa orang-orang Melanesia memiliki 4-6% DNA Denisova.
David Reich dari fakultas kedokteran Harvard, yang juga melakukan kajian bersama Paabo mengatakan fakwa bahwa gen Denisova ditemukan di kawasan Melanesia menunjukkan bahwa penyebaran mereka sangat luas, mencakup seluruh Eurasia. “Populasi mereka menyebar puluhan ribu kilometer,” kata Reich. (ar/inl/tbn) http://www.suaramedia.com

Wow, Kutub Utara dan Selatan Bumi Berpindah!!
NEVADA (Berita SuaraMedia) – Setiap kurang lebih 200 ribu tahun sekali, kedua kutub planet Bumi, utara dan selatan saling bergeser. Umumnya, pergeseran kedua kutub itu membutuhkan waktu ribuan tahun. Scott Bogue, geolog dari Occidental College dan Jonathan Glen, peneliti dari US Geological Survey (USGS) yang mengamati lava di kawasan Nevada yang telah berusia 15 juta tahun.
Hasilnya, dari penelitian, mereka menemukan bahwa kutub planet Bumi pernah bergeser beberapa kali lipat lebih cepat dibanding kecepatan normal. Setidaknya satu kali. “Saat lava mendingin, ia menyimpan catatan medan magnet Bumi,” kata Bogue, seperti diberitakan dari Discovermagazine. “Setelah mengamati lava yang mengalami pendinginan selama 2 tahun berturut-turut, diketahui bahwa lava di kawasan itu bergeser 53 derajat dari timur ke arah utara dengan kecepatan 1 derajat setiap minggu,” ucapnya. Awalnya, keduanya mengira ada kesalahan dalam penelitian mereka. Namun pengujian lebih mendetail mengonfirmasikan pola pergeseran tersebut. Bukti lain terjadinya pergeseran kutub terekam oleh lava yang ada di Oregon, yang telah diteliti di tahun 1985 lalu. Catatan geologi dari medan magnet Bumi juga umumnya mengindikasikan bahwa medan magnet utara-selatan itu bergeser satu kali setiap sekitar 200 ribu tahun. Pergeseran terjadi secara lambat dan membutuhkan 4 ribu tahun untuk selesai.
Meski para ilmuwan belum memastikan apa yang membuat bergesernya kedua kutub, besi cair panas yang mampu menghantarkan listrik yang mengalir di perut bumi diperkirakan menjadi penyebabnya. Apalagi zat ini jugalah yang menimbulkan medan magnet yang ada di kutub Bumi.
Temuan ini diperkirakan akan memicu gelombang perdebatan baru. Sejumlah geolog berpendapat bahwa saat ini medan magnet juga sedang menjalani pergeseran. Seperti dilaporkan Science News, medan magnet planet Bumi semakin melemah selama abad terakhir. Meski demikian, pergeseran medan magnet tersebut tidak akan terlalu banyak mempengaruhi kehidupan manusia. (ar/vs2) http://www.suaramedia.com

Wow, Bintang Dilangit Ternyata Berjumlah 300 Sextilion!!
WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Alam semesta mungkin akan lebih terang dengan adanya bintang-bintang yang jauh lebih banyak. Bahkan astronom ternama Carl Sagan menggambarkan jumlah bintang yang bermiliar-miliar. Sebuah studi baru menunjukkan jika jumlah bintang di alam semesta mencapai 300 sextilion. Angka tersebut sama dengan tiga kali lebih banyak dari jumlah yang diprediksi ilmuwan sebelumnya. Penulisan 300 Sextilion adalah angka 3 yang diikuti oleh 23 angka nol. Sama saja dengan 3 triliun di kali 100 miliar. Estimasi, yang disebutkan dalam sebuah studi yang dipublikasikan secara online di sebuah jurnal Nature, didasari oleh penemuan banyaknya bintang berukuran kecil dan berwarna merah. Bintang jenis tersebut merupakan yang palilng umum di alam semesta. Bahkan angkanya lebih banyak ketimbang yang selama ini diprediksi oleh para astronom.
Ternyata penelitian yang dilakukan astronom terdahulu tidak sama dengan saat ini. Penelitian oleh astronom Yale University, Pieter van Dokkum, bersama astrofisikawan Harvard, Charlie Conroy, mempertanyakan asumsi penting yang selalu digunakan astronom zaman dulu. Astronom terdahulu menganggap jika kebanyakan galaksi memiliki sifat yang sama dengan Bima Sakti kita. Kesimpulan tersebut ternyata sangat mengganggu para astronom, yang menginginkan pola kosmos yang lebih teratur. Akhirnya disimpulkanlah jika jumlah bintang di langit ternyata lebih banyak 3 kali lipat dibanding asumsi sebelumnya.
“Ketika para ilmuwan sebelumnya memperkirakan jumlah bintang, mereka menganggap bahwa semua galaksi memiliki rasio yang sama dari bintang-bintang kerdil sebagai Bima Sakti, yang berbentuk spiral,” ujar van Dokkum, seperti diberitakan Straits Times. Riset dengan menggunakan teleskop Keck di Hawaii tersebut juga menemukan bahwa ada banyak galaksi yang lebih tua dari galaksi Bima Sakti, yang terdiri dari 20 kali lebih banyak bintang kerdil merah daripada yang diketahui saat ini. Bintang kerdil merah adalah bintang yang memiliki ukuran yang lebih kecil dan cahaya yang lebih redup daripada matahari di sistem tata surya kita. Oleh karenanya, hanya teleskop tertentu yang memiliki kemampuan lebih, yang dapat mendeteksi cahaya redup dari bintang-bintang kerdil tersebut. Profesor Pieter van Dokkum dari Yale University, yang memimpin penelitian ini, mengatakan bahwa penemuan timnya tak hanya memperkirakan lebih banyak jumlah bintang, namun juga meningkatkan perkiraan jumlah planet di jagat raya sekaligus kemungkinan adanya planet yang menyerupai bumi.
“Ada kemungkinan triliunan planet seperti bumi yang mengorbit pada bintang-bintang kerdil tersebut. Bintang merah kerdil biasanya berusia 10 miliar tahun dan  usia itu sudah cukup untuk memiliki kehidupan yang kompleks pada planet-planet yang mengelilinginya. Makanya banyak orang yang tertarik dengan jenis bintang ini,” kata van Dokkum seperti diberitakan BBC.
Penelitian ini juga membantu para astronom menjelaskan jumlah ‘massa yang hilang’ di alam semesta. Sebab, selama ini dari perhitungan pergerakan gaksi-galaksi, diperkirakan alam semesta memiliki lebih banyak material daripada yang bisa dilihat saat ini. Biasanya material ini disebut materi gelap (dark matter). “Ditemukannya lebih banyak bintang di jagad raya, membuat kita tidak perlu terlalu banyak mengasumsikan keberadaan materi hitam. Itu juga menjelaskan kepada kita bagaimana galaksi-galaksi pertama kali terbentuk dari gas, setelah terjadinya dentuman besar,” kata Marek Kukula, peneliti dari Royal Observatory Greenwich Inggris. Selain itu, kata Robert Massey, peneliti yang juga dari Royal Observatory Greenwich, penemuan terhadap lebih banyak bintang kerdil merah yang berasal dari galaksi elips, bukan galaksi spiral seperti Bima Sakti–juga konsisten dengan ide bahwa ada banyak bintang yang lebih tua dan memiliki rentang kehidupan yang lebih lama daripada matahari kita.
Bintang kerdil merah adalah bintang yang memiliki massa tidak lebih dari 40 persen dari massa matahari. Biasanya mereka memiliki temperatur yang lebih rendah dari temperatur permukaan matahari. Belum lama ini peneliti juga menemukan planet Zarmina, planet mirip bumi di konstelasi Libra, dalam sistem tata surya bintang kerdil merah. (ar/ok/vs)www.suaramedia.com


Responses

  1. Nice blog..
    lam kenal bro
    btw.. aku paling anti pake IE, lemot banggeeeettt…🙂

    • Yap, IE versi 9 pun masih KO oleh Chrome & Firefox

  2. blog yang rapi, lengkap, enak dilihat, mudah di jelajah ….. sangat suka

    • Trims kunjungannya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: