Oleh: Nedi Arwandi | 24 Desember 2010

Berita 24 Desember 2010

Norton: Belanja Online Rentan Terhadap Kejahatan Cyber
CALIFORNIA – Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Norton menunjukkan bahwa transaksi bisnis yang dilakukan secara online itu rentan terhadap kejahatan cyber. Studi tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen orang berumur di bawah 35 tahun yang meng-update status serta lokasi, sangat rentan terhadap serangan dari para hacker.

Demikian seperti yang dikutip dari ITP.net, Jumat (24/12/2010). “Kami melihat bahwa semakin banyak orang-orang yang kini belanja melalui internet terutama pada masa liburan,” ujar Jean Chatzky, ahli personal finance, yang berkolaborasi dengan Norton untuk studi ini. “Survei ini menunjukkan bahwa masyarakat masih belum waspada akan aktivitas online, yang bisa saja mengundang para penjahat internet,” tambahnya.

Studi tersebut, disponsori oleh Norton dan diselenggarakan oleh Javelin Strategy & Research, yang men-survei lebih dari 1000 pengguna internet di AS. Sayangnya, meski peringatan tersebut sudah dikeluarkan, pengguna masih belum terlalu waspada akan ancaman kejahatan cyber. Dikatakan oleh studi tersebut bahwa ada tiga wilayah di internet yang rawan akan serangan hacker, yakni: layanan berbasis lokasi, transaksi mobile dan password online. Meski studi ini dilakukan di AS, angka pertumbuhan belanja di Eropa dan Asia juga sudah berkembang, sama seperti ancaman kejahatan cyber yang otomatis mengikutinya.

Ilmuwan: Ada Laut di Balik Es Pluto

CALIFORNIA – Pluto, yang dulu dianggap sebagai planet di tata surya kita, diyakini memiliki lautan di bawah permukaan esnya. Pasalnya panas radioaktif memiliki kemungkinan telah memanaskan inti dari Pluto. Demikian menurut sebuah penelitian terbaru. Meski suhu permukaannya sangat dingin akan tetapi planet kecil tersebut cukup hangat untuk memiliki lautan di bawah permukaannya.

Menurut sebuah peragaan yang ditujukan untuk mengukur tingkat panas radioaktif yang bisa memanaskan inti dari Pluto. Demikian dikutip dari National Geographic, Senin (20/12/2010). “Lautan tersebut diperkirakan seluas 100 sampai 170 kilometer, yang ditutupi oleh lapisan es setebal 200 kilometer,” ujar Guilaume Robuchon, ilmuwan dari University of California, Santa Cruz. Apabila ini benar, berarti Pluto akan bergabung dengan Titan dan Enceladus, planet satelit milik Saturnus yang dipercaya memiliki sumber air. Meskipun permukaan planet Pluto bersuhu sekira -230 derajat celsius namun air di bawah permukaannya mungkin tidak akan ikut membeku, menurut sebuah peragaan yang dilakukan oleh para ilmuwan tersebut.

“Es adalah materi perekat yang baik,” ujar Francis Nimmo dari University of California, yang juga rekan dari Robuchon. Robuchon menambahkan bahwa model peragaannya menunjukkan bahwa bagian dalam Pluto bisa mengandung air, asalkan inti dari Pluto mengandung setidaknya ratusan bagian per miliar kadar radioaktif potassium. Lalu, batuan di Pluto juga harus bertumpuk di inti yang berbatu, dengan air dan permukaan yang dilapisi oleh es. Pada 24 Agustus 2006, status Pluto dirubah, dari yang tadinya ‘planet’ menjadi ‘planet kerdil’. Lalu pada 7 September 2006, nama Pluto diganti dengan nomor saja, yakni 134340.

2011, Indonesia Masih Rawan Gempa

JAKARTA – Lepas 2010, Indonesia bukan berarti akan bebas gempa. 2011 masih rawan, karena dikatakan Indonesia masih dalam siklus gempa 200 tahun sekali, yang mana periode bakal berakhir sampai tahun 2014. “Indonesia berada di lingkaran Ring Of Fire, yang mana dikelilingi oleh gunung berapi aktif. Beberapa tahun terakhir ini gunung-gunung tersebut banyak yang aktif kembali,” jelas Abdul Haris, pakar gempa dari Universitas Indonesia, kepada Okezone, di kampus UI, Depok (23/12/2010).

Abdul Haris menyebutkan kalau langkah yang diambil oleh pemerintah dalam menanggapi bencana gempa masih berkisar di Tanggap Bencana (post-event). “Untuk bencana gempa, penanggulangannya terbagi tiga, yaitu Pre, Event, dan Post-event. Tapi saya berusaha merespon secara postif tindakan-tindakan yang sudah dilakukan oleh pemerintah,contohnya saja pemerintah kini sudah membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)” kata Abdul Haris.

Dijelaskan pula oleh Doktor Abdul Haris bahwa ahli-ahli geofisika di Indonesia juga rutin melakukan pertemuan untuk membahas data-data pengamatan gempa untuk nantinya disosialisasikan kepada pemda-pemda. “Kami juga rutin mendapat data kiriman dari BMKG mengenai gempa-gempa di Indonesia,” kata Abdul Haris. Sudah sepatutnya Indonesia bertindak lebih jauh dalam menanggapi bencana gempa, karena wilayahnya termasuk sangat rawan bencana gempa. “Contohnya saja, pemerintah Jerman menyiapkan anggaran sebesar 2,5 juta euro untuk penelitian mengenai gempa,” tambah Abdul Haris.

Cuaca Ekstrim Kemungkinan Berakhir April 2011

JAKARTA – Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa kemungkinan cuaca ekstrim di Indonesia tahun 2010, yang disebabkan oleh fenomena La Niña mungkin akan berlangsung sampai awal tahun 2011.Pada awal Maret 2010 sempat ramai pemberitaan di media mengenai ramalan BMKG akan cuaca ekstrim di Indonesia. Cuaca ekstrim ini juga dipengaruhi oleh fenomena alam La Niña. La Niña sendiri adalah sebuah fenomena keganjilan suhu permukaan air laut.

“Cuaca ekstrim ini muncul akibat masih adanya daerah tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah barat daya Bengkulu dan pusaran angin tertutup di Laut Cina Selatan, serta adanya daerah pumpunan angin yang memanjang dari Laut Arafura hingga Laut Maluku,” jelas Kukuh Rubudianto, Kepala Sub Bidang Cuaca Ekstrim dari BMKG, kepada Okezone, di Jakarta, Rabu (22/12/2010).

Menurut Kukuh, cuaca ekstrim itu terbagi atas beberapa bagian, yaitu curah hujan yang tinggi (disertai petir dan angin kencang), naiknya gelombang air laut, terbatasnya jarak pandang, kecepatan angin kencang di atas rata-rata, adanya puting beliung, dan lain-lain. Efek yang paling dirasakan oleh Indonesia dari cuaca ekstrim adalah tingginya tingkat curah hujan, yang mengakibatkan timbulnya banjir di daerah-daerah tertentu. Kalau berdasarkan ramalan BMKG, wilayah di Indonesia yang terkena efek cuaca ektrim meliputi 21 daerah. “Cuaca ekstrim ini di Indonesia saat ini masih akan berlangsung hingga tahun 2011 nanti, mungkin akan berakhir pada bulan Maret atau April,” tambah Kukuh.

SUMBER  :  Ahmad Taufiqurrakhman – Okezone


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: